Meredupnya Kharisma Gus Dur

Konflik internal PKB di hampir setiap periode kepengurusan menggerus pengaruh figur KH Abdurrahman Wahid. Di kalangan santri Jawa Timur, kantung suara PKB, simpati terhadap Gus Dur bahkan mulai redup. Temuan mengejutkan itu muncul dari survei Lembaga Kajian dan Survei Nusantara (Laksnu). Konflik PKB (Partai Kebangkita Bangsa) selama ini, begitu disebut dalam hasil survie itu yang mengambil obyek kyai pondok pesantren se-Jawa Timur akhir Mei lalu, menunjukkan tingginya simpati kyai terhadap PKB. Namun bukan karena faktor Gus Dur, cucu Hadrotus Syaikh Hasyim Asy’ari. “Sebagian besar menyatakan simpati karena faktor kyai NU (kyai sepuh) dan Muhaimin Iskandar. Artinya kharisma Gus Dur di mata kyai Jawa Timur sudah luntur,” kata Gugus Joko W, Direktur Eksekutif Laksnu kepada INILAH.COM, Kamis (26/6) di Jakarta. Dalam survei tersebut sebanyak 35,1% kyai Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur menilai simpati ke PKB karena faktor kyai sepuh, sebanyak 29,8% karena faktor Gus Dur, dan sebanyak 15,8% karena faktor figur Muhaimin Iskandar. Menurut pengamat NU La Ode Ida, lunturnya kharisma Gus Dur di kantung basis massa NU di Jawa Timur memang telah berlangsung lama. “Gus Dur tidak lagi jadi faktor dominan di dalam NU,” katanya kepada INILAH.COM. Situasi ini, imbuh La Ode, terutama di saat Gus Dur masuk ke politik praktis dengan menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB. Pergeseran persepsi terhadap Gus Dur dari figur demokrat ke figur otoriter menjadi penyebab utama runtuhnya kharisma Gus Dur. “Selain itu, kini di NU tidak hanya ada Gus Dur, tapi juga ada Hasyim Muzadi,” tegas wakil ketua DPD itu. Dalam survei Laksnu juga ditemukan mayoritas kyai (64%) berharap adanya islah (damai) atas konflik PKB. Di samping itu, mayoritas kyai (68%) juga berpendapat konflik PKB cukup meresahkan. Menariknya, meski merasa resah atas konflik PKB, sebagian besar para kyai (70,7%) masih menaruh simpati kepada PKB. Menurut Wakil Ketua DPP PKB Effendi Choirie, simpati para kyai NU itu menunjukkan masih besarnya keinginan warga NU atas saluran politik melalui PKB. “Itu bukti bahwa PKB memang diharapkan menjadi satu-satunya saluran politik warga NU,” tegasnya menanggapi hasil temuan Laksnu. Berkaitan dengam merosotnya dukungan kyai terhadap Gus Dur, Effendi menganggapnya sebagai hal yang biasa-biasa saja. “PKB memang tidak dilahirkan hanya karena Gus Dur saja, tapi oleh institusi NU,” tegasnya. “Yang terpenting, para kyai NU tetap mendukung PKB.” Mengenai merosotnya hasil Pilkada di Jawa Tengah, di mana suara calon PKB tidak masuk tiga besar, Effendi menjelaskan kondisi itu tidak terlepas dari konflik internal di tubuh PKB. “Juga karena konflik PKB dengan NU,” ujarnya. Ia mengkritik majunya Ketua PWNU Jawa Tengah M Adnan dalam ajang pilkada yang berpasangan dengan calon dari Partai Golkar. Harusnya, kata dia, semua kader NU bersabar dan lebih mendahulukan kepentingan bersama. Berkaitan dengan pilkada yang bakal digelar di Jawa Timur, Direktur Eksekutif Laksnu Gugus Joko W menegaskan, apa pun hasil proses hukum yang kini sedang berlangsung antara PKB hasil MLB Parung dan PKB MLB Ancol jelas akan mengurangi suara PKB. “Ini lampu kuning bagi PKB, karena siapa pun yang menang dalam proses hukum, suara PKB bakal jeblok,” tukasnya. Survei Laksnu menggunakan pola preferensi (pendapat) terhadap kyai pimpinan Pondok Pesantren se-Jawa Timur tentang konflik PKB. Laksnu mengambil data dari Departemen Agama Provinsi Jawa Timur dengan pola metode multistage random sampling. Jumlah sample sebanyak 400 kyai pimpinan ponpes di 38 Kab/Kota se-Jawa Timur. Margin of error diperkirakan 3% dengan tingkat kepercayaan 95%. Wawancara dilakukan secara tatap muka. Konflik internal di tubuh PKB yang berkepanjangan jelas akan merugikan kepntingan politik kaum santri. Baik dalam politik lokal melalui pilkada, maupun dalam Pemilu 2009 mendatang. Beragam seruan dari kyai-kyai sepuh atas upaya islah kepada kedua belah pihak yang bertikai sudah sepatutnya dijadikan landasan partai untuk kembali ‘satu atap’. Bila konflik terus berlanjut, partai politik lain jelas akan memanfaatkan kondisi itu. Belum lagi, kharisma Gus Dur yang yang selama ini identik dengan PKB dan NU telah kian redup.<LB>




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: