Membangun Parpol Antikorupsi

Reformasi yang bergulir sejak 10 tahun silam memberi angin segar bagi pertumbuhan demokrasi di Indonesia. Maklum, lebih dari tiga dasawarsa iklim demokrasi di negeri ini mati suri akibat hegemoni penguasa.

Perangkat demokrasi hanya menjadi simbol pelengkap sistem tata negara yang dibangun secara otoriter. Sekarang ini iklim politik sudah jauh berbeda. Partai politik sebagai sebuah instrumen demokrasi tumbuh dengan pesat. Hal itu dapat dilihat dari jumlah partai politik (parpol) yang sedang diverifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menjadi peserta pemilu.Lalu,apa maksud dan tujuan parpol didirikan?

Kalau keberadaan parpol hanya sebatas meramaikan pemilu, tentu sangat naif. Parpol bisa hanya jadi ajang perkumpulan segelintir orang yang hanya memikirkan kepentingan pribadi dan kelompok. Sebagai bagian dari instrumen demokrasi tentu saja keberadaan parpol untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.Parpol bukan tujuan, melainkan hanya sebatas alat mencapai demokrasi yang tujuan akhirnya untuk kesejahteraan rakyat.

Karena itu, keberadaan parpol harus mampu memperjuangkan aspirasi rakyat, baik dalam bentuk advokasi di lapangan maupun melalui kekuatan di parlemen. Nah,salah satu tugas parpol adalah mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih (good governance). Harus diakui bahwa saat ini citra parpol memang tengah terpuruk. Dari survei sejumlah lembaga, kepercayaan masyarakat terhadap partai terus merosot.

Tentu saja, fakta ini harus menjadi warning bagi setiap parpol, tak terkecuali Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Banyak hal yang membuat masyarakat kurang respek terhadap parpol.Selain akibat perilaku para politikus, minimnya visi kerakyatan turut membuat parpol makin merosot. Untuk mengembalikan antusiasme masyarakat,tidak ada cara lain kecuali parpol mereformasi diri.Parpol harus mampu membuat terobosan untuk mewujudkan good governance.

Alasannya cukup sederhana: di negara mana pun parpol menjadi pemasok utama untuk mengisi pos-pos penting di pemerintahan. Selain itu, parpol merupakan satu-satunya pintu penyuplai anggota parlemen. Karena itu, sudah seharusnya parpol menyediakan sumber daya manusia (SDM) andal untuk didistribusikan ke beberapa pos tersebut.Tentu saja,aspek kualitas dan integritas harus menjadi perhatian utama.

Pembenahan internal,baik platform maupun komitmen kerakyatan, harus menjadi tugas utama untuk meminimalkan antipati masyarakat terhadap parpol. Dalam rangka mewujudkan good governance, parpol harus berada di garda terdepan dalam memerangi praktik korupsi. Parpol sebagai salah satu wadah mewujudkan civil society sudah seharusnya ambil bagian untuk mencegah makin maraknya praktik korupsi ini.

Melalui berbagai pelatihan, parpol bisa membekali kadernya dengan semangat antikorupsi.Salah satunya, parpol harus berani memberi tindakan tegas bagi kader yang terlibat kasus dugaan korupsi. Sikap tegas itulah yang akan dilakukan PPP terhadap kader yang melanggar hukum. Beberapa waktu lalu, seluruh anggota legislatif dari PPP menandatangani pakta integritas antikorupsi, kolusi, dan nepotisme (anti-KKN).

Penandatanganan pakta integritas tersebut merupakan penegasan komitmen PPP untuk menciptakan semua penyelenggara negara yang bersih dan bebas KKN. Memang komitmen ini baru dimulai dari anggota Fraksi PPP di DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.Namun, tindakan ini nantinya juga akan berlaku bagi seluruh kader PPP se-Indonesia.

Melalui pakta integritas tersebut, kader PPP harus bersedia dituntut pidana dan perdata, termasuk menerima sanksi moral dan administrasi serta sanksi internal partai jika melanggar semua komitmen tersebut. Kenapa partai harus berjuang keras memerangi korupsi? Sebabnya satu, budaya korupsi di Indonesia cukup akut. Berdasarkan data Transparency International tahun 2007, Indonesia menempati peringkat 36 negara paling korup di dunia.

Nilai indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia mengalami penurunan 0,1 poin dari tahun sebelumnya. Pada 2006, IPK Indonesia 2,4, sedangkan IPK pada 2007 adalah 2,3. IPK tersebut adalah persepsi korupsi di sektor publik pada 180 negara. Data ini merupakan hasil gabungan 14 survei pendapat ahli. Nilai IPK ini skalanya dari 0 sampai 10. Nol mengindikasikan persepsi terhadap korupsi yang tinggi, sedangkan 10 mengindikasikan tingkat korupsi yang rendah.

Sementara berdasarkan survei Political and Economic Risk Consultancy (PERC) pada Januari– Februari 2008 pada 13 negara di Asia, Indonesia berada di posisi ketiga negara terkorup dengan nilai 7,98. Survei tersebut sengaja tidak memasukkan Myanmar dan Bangladesh yang dikenal sangat korup.Memang dari tahun ke tahun pemberantasan korupsi di Indonesia ada peningkatan.

Artinya, hingga saat ini pemerintah masih menjaga komitmen untuk memberantas korupsi. Tapi, kalau pemberantasan korupsi hanya mengandalkan upaya pemerintah, tentu saja kurang maksimal. Karena itu, sudah menjadi kewajiban segenap elemen bangsa Indonesia untuk meminimalkan praktik korupsi. Dalam konteks ini, penulis ingin mengingatkan bahwa untuk menyelesaikan persoalan besar tidak bisa sekaligus, tetapi mesti secara bertahap.

Kalau berhasil melakukan pembenahan dan pembinaan yang baik, penulis optimistis respons negatif masyarakat terhadap parpol makin menipis Sejumlah LSM memang ada yang mencibir langkah PPP menandatangani pakta integritas karena dianggap hanya sebagai reaksi terhadap kasus dugaan korupsi yang menimpa sejumlah anggota DPR. Penilaian seperti itu sangat wajar, tetapi PPP akan membuktikan bahwa komitmen tersebut tidak main-main.

Sebagai wujud keseriusan, setiap bakal calon legislatif (caleg) dari PPP diwajibkan menandatangani kontrak politik antikorupsi. Kalau nanti terlibat korupsi, yang bersangkutan harus mundur dari keanggotaannya di DPR.(mnkb)




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: